Minggu, 09 Februari 2014

Tujuh Hati Rupawan

Terduduk di kursi taman rumahku
Berpayung langit cerah tergambar senyum haru
Pikirku melayang pada rupa tawa
Yang dilukis Tuhan di atas tujuh wajah

Aku pernah bertanya dalam sunyi pada gigil musim dingin
Tentang hangat cinta yang dirindukan hatiku
Tuhan menuntun langkah kakiku yang pincang
Membawanya kepada pertemuan
Dengan tujuh hati yang rupawan
Para pemilik mata yang menatap lembut  pada kerasnya hidup
Tuan dan Nyonya atas tawa-tawa yang menumpulkan duri-duri luka

Siang ini, bibirku gemetar mengucap doa
Menitipkan rasa syukur kepada semesta
Bahwa Tuhan, menciptakan tujuh malaikat
Yang terbungkus oleh hangat kulit manusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar